Little Freddy with his Fiddle
A free B2-level English story for language learners, readable online in 7 languages, with an option to listen via the free Storyteller app.
A poor, sickly farmhand cheated of his wages wins three magic gifts from a mysterious beggar — an irresistible dancing fiddle, an unerring gun, and a wish no one can refuse — then turns them on the men who want him hanged.
"Once on a time there was a cottager who had an only son, and this lad was weakly, and hadn't much health to speak of; so he couldn't go out to work in the field.
"Pada suatu masa hiduplah seorang petani kecil yang memiliki seorang anak laki-laki satu-satunya, dan anak ini lemah, dan tak punya banyak kesehatan untuk dibanggakan; jadi ia tak bisa pergi bekerja di ladang.
"His name was Freddy, and undersized he was, too; and so they called him Little Freddy. At home there was little either to bite or sup, and so his father went about the country trying to bind him over as a cowherd or an errand-boy; but there was no one who would take his son till he came to the sheriff, and he was ready to take him, for he had just packed off his errand-boy, and there was no one who would fill his place, for the story went that he was a skinflint.
"Namanya Freddy, dan tubuhnya juga kecil; maka mereka memanggilnya Freddy Kecil. Di rumah hampir tak ada yang bisa digigit atau diminum, maka ayahnya berkeliling negeri mencoba mengikatnya sebagai penggembala sapi atau anak pesuruh; tetapi tak ada yang mau menerima anaknya sampai ia tiba di rumah kepala kampung, dan orang itu bersedia menerimanya, sebab ia baru saja memecat anak pesuruhnya, dan tak ada yang mau menggantikan posisinya, sebab menurut cerita orang ia sangat kikir.
"But the cottager thought it was better there than nowhere: he would get his food, for all the pay he was to get was his board—there was nothing said about wages or clothes. So when the lad had served three years he wanted to leave, and then the sheriff gave him all his wages at one time. He was to have a penny a year. 'It couldn't well be less,' said the sheriff. And so he got threepence in all.
"Tetapi si petani kecil berpikir lebih baik di sana daripada tak di mana-mana: anaknya akan mendapat makanan, sebab seluruh upah yang akan ia dapat hanyalah makan—tak ada yang dikatakan soal gaji atau pakaian. Maka ketika anak itu telah bekerja tiga tahun ia ingin pergi, dan kemudian kepala kampung memberinya seluruh upahnya sekaligus. Ia akan mendapat satu peni per tahun. 'Tak bisa kurang dari itu,' kata kepala kampung. Maka ia mendapat tiga peni semuanya.
"As for little Freddy, he thought it was a great sum, for he had never owned so much; but for all that he asked if he wasn't to have something more.
"Bagi Freddy kecil, ia menganggap itu jumlah yang besar, sebab ia belum pernah memiliki uang sebanyak itu; tetapi meski begitu ia bertanya apakah ia tak akan mendapat lebih.
"'You have already had more than you ought to have,' said the sheriff.
"'Kau sudah mendapat lebih dari yang seharusnya kau dapatkan,' kata kepala kampung.
"'Sha'n't I have anything, then, for clothes?' asked little Freddy; 'for those I had on when I came here are worn to rags, and I have had no new ones.'
"'Tidakkah aku akan mendapat apa-apa untuk pakaian?' tanya Freddy kecil; 'sebab yang kupakai ketika aku datang ke sini sudah compang-camping jadi kain robek, dan aku belum pernah dapat yang baru.'
"And, to tell the truth, he was so ragged that the tatters hung and flapped about him.
"Dan, sejujurnya, ia memang begitu compang-camping sehingga kain-kain robek itu tergantung dan berkibas-kibas di tubuhnya.
"'When you have got what we agreed on,' said the sheriff, 'and three whole pennies beside, I have nothing more to do with you. Be off!'
"'Kalau kau sudah dapat apa yang kita sepakati,' kata kepala kampung, 'dan tiga peni penuh selain itu, aku tak punya urusan lagi denganmu. Pergilah!'
"But for all that he got leave just to go into the kitchen and get a little food to put in his scrip; and after that he set off on the road to buy himself more clothes. He was both merry and glad, for he had never seen a penny before; and every now and then he felt in his pockets as he went along to see if he had them all three.
"Tetapi meski begitu ia diizinkan masuk ke dapur untuk mengambil sedikit makanan untuk dimasukkan ke dalam kantongnya; dan setelah itu ia berangkat menuju jalan untuk membeli pakaian bagi dirinya sendiri. Ia merasa gembira dan senang, sebab ia belum pernah melihat sekeping peni pun sebelumnya; dan sesekali ia merogoh sakunya sepanjang perjalanan untuk memastikan ketiganya masih ada.
"So when he had gone far, and farther than far, he got into a narrow dale, with high fells on all sides, so that he couldn't tell if there were any way to pass out; and he began to wonder what there could be on the other side of those fells, and how he ever should get over them.
"Maka ketika ia telah berjalan jauh, dan lebih jauh dari jauh, ia tiba di sebuah lembah sempit, dengan bukit-bukit tinggi di segala sisi, sehingga ia tak bisa memastikan apakah ada jalan untuk keluar; dan ia mulai bertanya-tanya apa yang mungkin ada di sisi lain bukit-bukit itu, dan bagaimana ia bisa melewatinya.
"But up and up he had to go, and on he strode; he was not strong on his legs, and had to rest every now and then—and then he counted and counted how many pennies he had got. So when he had got quite up to the very top, there was nothing but a great plain overgrown with moss. There he sat him down, and began to see if his money were all right; and before he was aware of him a beggarman came up to him—and he was so tall and big that the lad began to scream and screech when he got a good look of him, and saw his height and length.
"Namun ia harus terus naik dan naik, dan ia pun melangkah maju; kakinya tidak kuat, dan ia harus beristirahat sesekali—dan lalu ia menghitung dan menghitung lagi berapa peni yang ia punya. Maka ketika ia telah sampai betul-betul di puncak, tak ada apa pun di sana selain sebuah dataran luas yang ditumbuhi lumut. Di sana ia duduk, dan mulai memeriksa apakah uangnya masih lengkap; dan sebelum ia sadar seorang pengemis mendatanginya—dan orang itu begitu tinggi dan besar sehingga anak itu mulai menjerit dan berteriak ketika ia menatapnya baik-baik, dan melihat tinggi serta panjangnya.
"'Don't you be afraid,' said the beggarman, 'I'll do you no harm; I only beg for a penny, in God's name.'
"'Jangan takut,' kata si pengemis, 'aku tak akan menyakitimu; aku hanya meminta sekeping peni, demi nama Tuhan.'
"'Heaven help me!' said the lad. 'I have only three pennies, and with them I was going to the town to buy clothes.'
"'Semoga Tuhan menolongku!' kata anak itu. 'Aku hanya punya tiga peni, dan dengan itu aku hendak pergi ke kota untuk membeli pakaian.'
"'It is worse for me than for you,' said the beggarman. 'I have got no penny, and I am still more ragged than you.'
"'Lebih buruk bagiku daripada bagimu,' kata si pengemis. 'Aku tak punya sekeping peni pun, dan pakaianku lebih compang-camping darimu.'
"'Well! then you shall have it,' said the lad.
"'Baiklah! kalau begitu ambillah,' kata anak itu.
"So when he had walked on awhile he got weary, and sat down to rest again. But when he looked up there he saw another beggarman, and he was still taller and uglier than the first; and so when the lad saw how very tall and ugly and long he was he fell a-screeching.
"Maka ketika ia telah berjalan sesaat ia menjadi lelah, dan duduk untuk beristirahat lagi. Tetapi ketika ia menengadah ia melihat seorang pengemis lain, dan orang itu lebih tinggi dan lebih jelek dari yang pertama; dan ketika anak itu melihat betapa tinggi, jelek, dan panjangnya orang itu, ia pun mulai menjerit-jerit.
"'Now, don't you be afraid of me,' said the beggar; 'I'll not do you any harm. I only beg for a penny, in God's name.'
"'Nah, jangan takut padaku,' kata si pengemis; 'aku tak akan menyakitimu. Aku hanya meminta sekeping peni, demi nama Tuhan.'
"'Now, may heaven help me!' said the lad. 'I've only got two pence, and with them I was going to the town to buy clothes. If I had only met you sooner, then——'
"'Semoga Tuhan menolongku sekarang!' kata anak itu. 'Aku hanya punya dua peni, dan dengan itu aku hendak pergi ke kota untuk membeli pakaian. Andai saja aku bertemu denganmu lebih dulu, maka——'
"'It's worse for me than for you,' said the beggarman. 'I have no penny, and a bigger body and less clothing.'
"'Lebih buruk bagiku daripada bagimu,' kata si pengemis. 'Aku tak punya peni sama sekali, dan tubuh yang lebih besar serta pakaian yang lebih sedikit.'
"'Well, you may have it,' said the lad.
"'Baiklah, ambil saja,' kata anak itu.
"So he went awhile farther, till he got weary, and then he sat down to rest; but he had scarce sat down than a third beggarman came to him. He was so tall and ugly and long, that the lad had to look up and up, right up to the sky. And when he took him all in with his eyes, and saw how very, very tall and ugly and ragged he was he fell a-screeching and screaming again.
"Maka ia berjalan lagi sesaat, sampai ia lelah, lalu ia duduk untuk beristirahat; tetapi baru saja ia duduk seorang pengemis ketiga mendatanginya. Orang itu begitu tinggi, jelek, dan panjang, sehingga anak itu harus menengadah dan menengadah lagi, sampai ke langit. Dan ketika ia memandanginya dengan seksama, dan melihat betapa sangat, sangat tinggi, jelek, dan compang-campingnya orang itu, ia kembali menjerit dan berteriak.
"'Now, don't you be afraid of me, my lad,' said the beggarman. 'I'll do you no harm; for I am only a beggarman, who begs for a penny in God's name.'
"'Nah, jangan takut padaku, Nak,' kata si pengemis. 'Aku tak akan menyakitimu; sebab aku hanyalah seorang pengemis, yang meminta sekeping peni demi nama Tuhan.'
"'May heaven help me!' said the lad. 'I have only one penny left, and with it I was going to the town to buy clothes. If I had only met you sooner, then——'
"'Semoga Tuhan menolongku!' kata anak itu. 'Aku hanya punya satu peni tersisa, dan dengan itu aku hendak pergi ke kota untuk membeli pakaian. Andai saja aku bertemu denganmu lebih dulu, maka——'
"'As for that,' said the beggarman, 'I have no penny at all—that I haven't, and a bigger body and less clothes, so it is worse for me than for you.'
"'Soal itu,' kata si pengemis, 'aku tak punya peni sama sekali—sungguh tak punya, dan tubuh yang lebih besar serta pakaian yang lebih sedikit, jadi lebih buruk bagiku daripada bagimu.'
"'Yes!' said little Freddy, he must have the penny then—there was no help for it; for so each would have what belonged to him, and he would have nothing.
"'Ya!' kata Freddy kecil, ia harus mendapat peni itu juga—tak ada jalan lain; sebab dengan begitu masing-masing akan mendapat apa yang menjadi haknya, dan ia sendiri tak akan punya apa-apa.
"'Well!' said the beggarman, 'since you have such a good heart that you gave away all that you had in the world, I will give you a wish for each penny.' For you must know it was the same beggarman who had got them all three; he had only changed his shape each time, that the lad might not know him again.
"'Baiklah!' kata si pengemis, 'karena kau punya hati yang begitu baik sehingga memberikan semua yang kau punya di dunia ini, aku akan memberimu satu permintaan untuk setiap peni.' Sebab ketahuilah, itu adalah pengemis yang sama yang telah mendapatkan ketiga peni itu; ia hanya mengubah rupanya setiap kali, agar anak itu tak mengenalinya lagi.
"'I have always had such a longing to hear a fiddle go, and see folk so glad and merry that they couldn't help dancing,' said the lad; and so, if I may wish what I choose, I will wish myself such a fiddle, that everything that has life must dance to its tune.'
"'Aku selalu punya kerinduan sedemikian rupa untuk mendengar biola berbunyi, dan melihat orang-orang begitu gembira dan riang sehingga mereka tak bisa menahan diri untuk menari,' kata anak itu; 'maka, jika aku boleh meminta apa saja yang kupilih, aku akan meminta sebuah biola semacam itu, yang membuat segala sesuatu yang bernyawa harus menari mengikuti nadanya.'
"'That he might have,' said the beggarman; but it was a sorry wish. 'You must wish something better for the other two pennies.'
"'Itu bisa ia dapatkan,' kata si pengemis; tetapi itu permintaan yang kurang bagus. 'Kau harus meminta sesuatu yang lebih baik untuk dua peni lainnya.'
"'I have always had such a love for hunting and shooting,' said little Freddy; 'so if I may wish what I choose, I will wish myself such a gun that I shall hit everything I aim at, were it ever so far off.'
"'Aku selalu sangat menyukai berburu dan menembak,' kata Freddy kecil; 'maka jika aku boleh meminta apa saja yang kupilih, aku akan meminta sepucuk senapan semacam itu yang akan mengenai apa pun yang kubidik, sejauh apa pun itu.'
"'That he might have,' said the beggarman; 'but it was a sorry wish. You must wish better for the last penny.'
"'Itu bisa ia dapatkan,' kata si pengemis; 'tetapi itu permintaan yang kurang bagus. Kau harus meminta yang lebih baik untuk peni yang terakhir.'
"'I have always had a longing to be in company with folk who were kind and good,' said little Freddy; and so, if I could get what I wish, I would wish it to be so that no one can say 'Nay' to the first thing I ask.'
"'Aku selalu punya kerinduan untuk berada dalam pergaulan dengan orang-orang yang baik dan ramah,' kata Freddy kecil; 'maka, jika aku bisa mendapatkan apa yang kuminta, aku ingin agar tak seorang pun bisa berkata 'Tidak' pada hal pertama yang kuminta.'
"'That wish was not so sorry,' said the beggarman; and off he strode between the hills, and he saw him no more. And so the lad laid down to sleep, and the next day he came down from the fell with his fiddle and his gun.
"'Permintaan itu tak begitu buruk,' kata si pengemis; dan ia pun melangkah pergi di antara bukit-bukit, dan tak terlihat lagi olehnya. Maka anak itu berbaring untuk tidur, dan keesokan harinya ia turun dari bukit dengan biola dan senapannya.
"First he went to the storekeeper and asked for clothes, and at one farm he asked for a horse, and at another for a sledge; and at this place he asked for a fur-coat, and no one said him 'Nay,'—even the stingiest folk, they were all forced to give him what he asked for. At last he went through the country as a fine gentleman, and had his horse and his sledge; and so when he had gone a bit he met the sheriff with whom he had served.
"Pertama ia pergi ke toko dan meminta pakaian, dan di satu peternakan ia meminta seekor kuda, dan di peternakan lain ia meminta sebuah kereta luncur; dan di tempat ini ia meminta sebuah mantel bulu, dan tak seorang pun berkata 'Tidak' padanya—bahkan orang-orang yang paling pelit pun, mereka semua terpaksa memberinya apa yang ia minta. Akhirnya ia melintasi negeri itu sebagai seorang bangsawan yang gagah, dengan kuda dan kereta luncurnya; dan ketika ia telah berjalan sejauh itu ia bertemu dengan kepala kampung tempat ia dulu bekerja.
"'Good-day, master,' said Little Freddy, as he pulled up and took off his hat.
"'Selamat siang, tuan,' kata Freddy Kecil, sambil menghentikan kudanya dan melepas topinya.
"'Good-day,' said the sheriff. And then he went on, 'When was I ever your master?'
"'Selamat siang,' kata kepala kampung itu. Lalu ia melanjutkan, 'Kapan aku pernah jadi tuanmu?'
"'Oh, yes!' said little Freddy. 'Don't you remember how I served you three years for three pence?'
"'Oh, ya!' kata Freddy kecil. 'Tidakkah kau ingat bagaimana aku bekerja untukmu tiga tahun demi tiga peni?'
"'Heaven help us!' said the sheriff. 'How you have got on all of a hurry! And pray how was it that you got to be such a fine gentleman?'
"'Ya Tuhan!' kata kepala kampung. 'Betapa cepatnya kau maju! Dan boleh kutanya, bagaimana kau bisa jadi bangsawan yang begini gagah?'
"'Oh, that's telling!' said little Freddy.
"'Oh, itu rahasia!' kata Freddy kecil.
"'And are you full of fun, that you carry a fiddle about with you?' asked the sheriff.
"'Dan apakah kau begitu suka bersenang-senang, sampai membawa-bawa biola?' tanya kepala kampung.
"'Yes! yes!' said Freddy. 'I have always had such a longing to get folk to dance; but the funniest thing of all is this gun, for it brings down almost anything that I aim at, however far it may be off. Do you see that magpie yonder, sitting in the spruce fir? What'll you bet I don't bag it, as we stand here?'
"'Ya! ya!' kata Freddy. 'Aku selalu punya kerinduan untuk membuat orang menari; tetapi yang paling lucu dari semuanya adalah senapan ini, sebab ia bisa menjatuhkan hampir apa saja yang kubidik, sejauh apa pun itu. Kau lihat burung murai di sana, bertengger di pohon cemara itu? Berapa taruhanmu kalau aku tak bisa mengenainya, dari sini kita berdiri?'
"On that the sheriff was ready to stake horse and groom, and a hundred dollars beside, that he couldn't do it; but, as it was, he would bet all the money he had about him; and he would go to fetch it when it fell—for he never thought it possible for any gun to carry so far.
"Mendengar itu kepala kampung siap mempertaruhkan kuda dan pelayan kudanya, dan seratus dolar lagi, bahwa ia tak akan bisa melakukannya; tetapi, karena situasinya begitu, ia akan mempertaruhkan semua uang yang ia bawa; dan ia sendiri yang akan mengambilnya kalau burung itu jatuh—sebab ia sama sekali tak percaya ada senapan yang bisa menembak sejauh itu.
"But as the gun went off down fell the magpie, and into a great bramble thicket; and away went the sheriff up into the brambles after it, and he picked it up and showed it to the lad. But in a trice Little Freddy began to scrape his fiddle, and the sheriff began to dance, and the thorns to tear him; but still the lad played on, and the sheriff danced, and cried, and begged till his clothes flew to tatters, and he scarce had a thread to his back.
"Namun begitu senapan itu meletus, burung murai itu jatuh, dan masuk ke semak duri yang lebat; dan kepala kampung pun bergegas naik ke semak-semak itu untuk mengambilnya, dan ia memungutnya dan menunjukkannya kepada anak itu. Tetapi dalam sekejap Freddy Kecil mulai menggesek biolanya, dan kepala kampung mulai menari, dan duri-duri itu merobeknya; tetapi anak itu terus bermain, dan kepala kampung menari, dan menjerit, dan memohon sampai pakaiannya compang-camping, dan hampir tak ada benang tersisa di punggungnya.
"'Yes!' said Little Freddy; 'now I think you're about as ragged as I was when I left your service. So now you may get off with what you have got.'
"'Ya!' kata Freddy Kecil; 'kurasa sekarang kau kira-kira sama compang-campingnya seperti aku ketika aku meninggalkan pekerjaanmu. Jadi sekarang kau boleh pergi dengan apa yang kau punya.'
"But, first of all, the sheriff had to pay him what he had wagered that he could not hit the magpie.
"Tetapi, pertama-tama, kepala kampung harus membayarnya sesuai taruhan bahwa ia tak akan bisa mengenai burung murai itu.
"So when the lad came to the town he turned aside into an inn, and he began to play, and all who came danced, and he lived merrily and well. He had no care, for no one could say him 'Nay' to anything he asked.
"Maka ketika anak itu tiba di kota ia singgah ke sebuah penginapan, dan ia mulai bermain, dan semua yang datang menari, dan ia hidup dengan riang dan baik. Ia tak punya kekhawatiran, sebab tak seorang pun bisa berkata 'Tidak' padanya untuk apa pun yang ia minta.
"But just as they were all in the midst of their fun up came the watchmen to drag the lad off to the town-hall: for the sheriff had laid a charge against him, and said he had waylaid him and robbed him, and nearly taken his life. And now he was to be hanged—they would not hear of anything else. But Little Freddy had a cure for all trouble, and that was his fiddle. He began to play on it, and the watchmen fell a-dancing, till they lay down and gasped for breath.
"Tetapi tepat ketika mereka semua sedang asyik bersenang-senang, datanglah para penjaga untuk menyeret anak itu ke balai kota: sebab kepala kampung telah mengadukan tuduhan terhadapnya, dan berkata bahwa ia telah mencegatnya dan merampoknya, dan hampir merenggut nyawanya. Dan kini ia akan digantung—mereka tak mau dengar hal lain. Tetapi Freddy Kecil punya obat untuk segala masalah, dan itu adalah biolanya. Ia mulai memainkannya, dan para penjaga mulai menari, sampai mereka jatuh terkapar dan terengah-engah kehabisan napas.
"So they sent soldiers and the guard on their way; but it was no better with them than with the watchmen. As soon as ever Little Freddy scraped his fiddle, they were all bound to dance, so long as he could lift a finger to play a tune; but they were half dead long before he was tired. At last they stole a march on him, and took him while he lay asleep by night; and when they had caught him he was doomed to be hanged on the spot, and away they hurried him to the gallows-tree.
"Maka mereka mengirim para tentara dan pasukan pengawal untuk mengurusnya; tetapi keadaan tak lebih baik bagi mereka daripada bagi para penjaga tadi. Begitu Freddy Kecil menggesek biolanya, mereka semua terpaksa menari, selama ia masih bisa mengangkat jari untuk memainkan sebuah lagu; tetapi mereka sudah setengah mati jauh sebelum ia lelah. Akhirnya mereka mengendap-endap mendekatinya, dan menangkapnya ketika ia sedang tidur di malam hari; dan ketika mereka telah menangkapnya ia divonis untuk digantung di tempat, dan mereka pun buru-buru menyeretnya ke pohon gantungan.
"There a great crowd of people flocked together to see this wonder, and the sheriff, he, too, was there; and he was so glad at last at getting amends for the money and the skin he had lost, and that he might see him hanged with his own eyes.
"Di sana sekumpulan besar orang berkerumun untuk menyaksikan keajaiban ini, dan kepala kampung, ia juga ada di sana; dan ia begitu senang akhirnya mendapat balasan atas uang dan kulitnya yang hilang, dan bahwa ia bisa menyaksikan anak itu digantung dengan matanya sendiri.
"But they did not get him to the gallows very fast, for little Freddy was always weak on his legs, and now he made himself weaker still. His fiddle and his gun he had with him also—it was hard to part him from them; and so, when he came to the gallows, and had to mount the steps, he halted on each step; and when he got to the top he sat down, and asked if they could deny him a wish, and if he might have leave to do one thing? He had such a longing, he said to scrape a tune and play a bar on his fiddle before they hanged him.
"Tetapi mereka tak bisa membawanya ke tiang gantungan dengan cepat, sebab Freddy kecil selalu lemah kakinya, dan sekarang ia membuat dirinya semakin lemah lagi. Biola dan senapannya juga ia bawa serta—sulit memisahkannya dari benda-benda itu; dan begitu, ketika ia tiba di tiang gantungan, dan harus menaiki anak-anak tangganya, ia berhenti pada setiap anak tangga; dan ketika ia sampai di puncak ia duduk, dan bertanya apakah mereka bisa menolak sebuah permintaannya, dan apakah ia boleh diizinkan melakukan satu hal? Ia begitu merindukan, katanya, untuk menggesek sebuah lagu dan memainkan satu baris pada biolanya sebelum mereka menggantungnya.
"'No! no!' they said. 'It were sin and shame to deny him that.' For, you know, no one could gainsay what he asked.
"'Tidak! tidak!' kata mereka. 'Itu akan jadi dosa dan aib untuk menolaknya.' Sebab, kau tahu, tak seorang pun bisa menampik apa yang ia minta.
"But the sheriff he begged them, for God's sake, not to let him have leave to touch a string, else it was all over with them altogether; and if the lad got leave, he begged them to bind him to the birch that stood there.
"Tetapi kepala kampung memohon kepada mereka, demi Tuhan, agar tak mengizinkannya menyentuh satu senar pun, kalau tidak semuanya akan berakhir buruk bagi mereka semua; dan jika anak itu diizinkan, ia memohon agar mereka mengikatnya pada pohon birch yang berdiri di sana.
"So little Freddy was not slow in getting his fiddle to speak, and all that were there fell a-dancing at once—those who went on two legs, and those who went on four; both the dean and the parson, and the lawyer, and the bailiff, and the sheriff; masters and men, dogs and swine, they all danced and laughed and screeched at one another.
"Maka Freddy kecil tak lama membuat biolanya berbunyi, dan semua yang ada di sana langsung menari—mereka yang berjalan dengan dua kaki, dan mereka yang berjalan dengan empat kaki; baik sang dekan maupun sang pendeta, dan sang pengacara, dan sang juru sita, dan kepala kampung; para tuan dan para pekerja, anjing-anjing dan babi-babi, mereka semua menari dan tertawa dan menjerit satu sama lain.
"Some danced till they lay for dead; some danced till they fell into a swoon. It went badly with all of them, but worst of all with the sheriff, for there he stood bound to the birch, and he danced and scraped great bits off his back against the trunk. There was not one of them who thought of doing anything to little Freddy, and away he went with his fiddle and his gun, just as he chose; and he lived merrily and happily all his days, for there was no one who could say him 'Nay' to the first thing he asked for."
"Sebagian menari sampai mereka terkapar seperti mati; sebagian menari sampai jatuh pingsan. Keadaannya buruk bagi mereka semua, tetapi paling buruk bagi kepala kampung, sebab di sanalah ia berdiri terikat pada pohon birch itu, dan ia menari dan menggesekkan bagian besar punggungnya pada batang pohon itu. Tak seorang pun dari mereka yang berpikir untuk melakukan apa pun terhadap Freddy kecil, dan ia pun pergi dengan biola dan senapannya, sesuka hatinya; dan ia hidup dengan riang dan bahagia sepanjang hidupnya, sebab tak seorang pun bisa berkata 'Tidak' kepadanya untuk hal pertama yang ia minta."