The Sheep and the Pig who Set Up House
A free B1-level English story for language learners, readable online in 7 languages, with an option to listen via the free Storyteller app.
A sheep marked for slaughter talks a pig into running away with him to build a house in the woods — and recruits an odd crew of animal helpers along the way.
"Once on a time there was a sheep who stood in the pen to be fattened; so he lived well, and was stuffed and crammed with everything that was good. So it went on, till, one day, the dairymaid came and gave him still more food, and then she said,
"Dahulu kala ada seekor domba yang berdiri di kandang untuk digemukkan; maka ia hidup dengan baik, dan dijejali dengan segala sesuatu yang enak. Begitulah terus, hingga, suatu hari, gadis pemerah susu datang dan memberinya makanan lebih banyak lagi, lalu berkata,
"'Eat away, sheep; you won't be much longer here; we are going to kill you to-morrow.'
"'Makanlah terus, domba; kau takkan lama lagi di sini; kami akan menyembelihmu besok.'
"It is an old saying, that women's counsel is always worth having, and that there is a cure and physic for everything but death. 'But, after all,' said the sheep to himself, 'there may be a cure even for death this time.'
"Ada pepatah lama, bahwa nasihat perempuan selalu berharga untuk didengar, dan bahwa ada obat untuk segalanya kecuali kematian. 'Tapi, bagaimanapun juga,' kata domba itu pada dirinya sendiri, 'mungkin saja ada obat bahkan untuk kematian kali ini.'
"So he ate till he was ready to burst; and when he was crammed full, he butted out the door of the pen, and took his way to the neighbouring farm. There he went to the pigsty to a pig whom he had known out on the common, and ever since had been the best friends with.
"Maka ia pun makan sampai hampir meledak; dan ketika perutnya penuh sesak, ia menyeruduk membuka pintu kandang, dan berjalan menuju peternakan tetangga. Di sana ia pergi ke kandang babi menemui seekor babi yang pernah ia kenal di padang bersama, dan sejak itu mereka bersahabat baik.
"'Good day!' said the sheep, 'and thanks for our last merry meeting.'
"'Selamat siang!' kata domba itu, 'dan terima kasih atas pertemuan menyenangkan kita yang terakhir.'
"'Good day!' answered the pig, 'and the same to you.'
"'Selamat siang!' jawab babi itu, 'sama-sama.'
"'Do you know,' said the sheep, 'why it is you are so well off, and why it is they fatten you and take such pains with you?'
"'Tahukah kau,' kata domba itu, 'mengapa kau begitu enak keadaanmu, dan mengapa mereka menggemukkanmu dan begitu memperhatikanmu?'
"'No, I don't,' said the pig.
"'Tidak, aku tak tahu,' kata babi itu.
"'Many a flask empties the cask; I suppose you know that,' said the sheep. 'They are going to kill and eat you.'
"'Banyak botol menghabiskan tong; kurasa kau tahu itu,' kata domba itu. 'Mereka akan menyembelih dan memakanmu.'
"'Are they?' said the pig; 'well, I hope they'll say grace after meat.'
"'Benarkah?' kata babi itu; 'yah, kuharap mereka mengucap syukur sebelum makan.'
"'If you will do as I do,' said the sheep, 'we'll go off to the wood, build us a house, and set up for ourselves. A home is a home be it ever so homely.'
"'Kalau kau mau melakukan seperti yang kulakukan,' kata domba itu, 'kita akan pergi ke hutan, membangun rumah sendiri, dan hidup mandiri. Rumah tetaplah rumah walau sederhana.'
"Yes! the pig was willing enough. 'Good company is such a comfort,' he said, and so the two set off.
"Ya! si babi cukup bersedia. 'Teman baik adalah penghiburan yang berharga,' katanya, dan begitulah keduanya pun berangkat.
"So, when they had gone a bit they met a goose.
"Nah, setelah berjalan sedikit jauh mereka bertemu seekor angsa.
"'Good day, good sirs, and thanks for our last merry meeting,' said the goose; 'whither away so fast to-day?'
"'Selamat siang, tuan-tuan yang baik, dan terima kasih atas pertemuan menyenangkan kita yang terakhir,' kata angsa itu; 'mau ke mana kalian bergegas begitu hari ini?'
"'Good day, and the same to you,' said the sheep; 'you must know we were too well off at home, and so we are going to set up for ourselves in the wood, for you know every man's house is his castle.'
"'Selamat siang, sama-sama,' kata domba itu; 'ketahuilah kami terlalu enak hidup di rumah, jadi kami akan pergi mandiri sendiri di hutan, sebab kau tahu rumah setiap orang adalah istananya.'
"'Well!' said the goose, 'it's much the same with me where I am. Can't I go with you too, for it's child's play when three share the day.'
"'Wah!' kata angsa itu, 'sama saja denganku di tempatku sekarang. Bolehkah aku ikut juga, sebab pekerjaan jadi ringan kalau dibagi tiga.'
"'With gossip and gabble is built neither house nor stable,' said the pig, 'let us know what you can do.'
"'Dengan gosip dan obrolan takkan terbangun rumah atau kandang,' kata babi itu, 'coba beri tahu apa yang bisa kau lakukan.'
"'By cunning and skill a cripple can do what he will,' said the goose. 'I can pluck moss and stuff it into the seams of the planks, and your house will be tight and warm.'
"'Dengan kecerdikan dan keterampilan, seorang yang lumpuh pun bisa melakukan apa yang ia mau,' kata angsa itu. 'Aku bisa memetik lumut dan menyumpalnya ke celah-celah papan, dan rumahmu akan rapat dan hangat.'
"Yes! they would give him leave, for, above all things piggy wished to be warm and comfortable.
"Ya! mereka pun mengizinkannya, sebab, di atas segalanya, si babi ingin hangat dan nyaman.
"So, when they had gone a bit farther—the goose had hard work to walk so fast—they met a hare, who came frisking out of the wood.
"Nah, setelah berjalan sedikit lebih jauh—si angsa cukup kesulitan berjalan secepat itu—mereka bertemu seekor kelinci, yang keluar melompat-lompat dari hutan.
"'Good day, good sirs, and thanks for our last merry meeting,' she said, 'how far are you trotting to-day?'
"'Selamat siang, tuan-tuan yang baik, dan terima kasih atas pertemuan menyenangkan kita yang terakhir,' katanya, 'seberapa jauh kalian berjalan hari ini?'
"'Good day, and the same to you,' said the sheep; 'we were far too well off at home, and so we're going to the wood, to build us a house, and set up for ourselves, for you know, try all the world round, there's nothing like home.'
"'Selamat siang, sama-sama,' kata domba itu; 'kami terlalu enak hidup di rumah, jadi kami akan pergi ke hutan, untuk membangun rumah, dan hidup mandiri, sebab kau tahu, coba saja keliling dunia, tak ada yang seperti rumah sendiri.'
"'As for that,' said the hare, 'I have a house in every bush—yes, a house in every bush; but, yet, I have often said, in winter, 'if I only live till summer, I'll build me a house;' and so I have half a mind to go with you and build one up, after all.'
"'Kalau soal itu,' kata kelinci itu, 'aku punya rumah di setiap semak—ya, sebuah rumah di setiap semak; tapi, meski begitu, aku sering berkata, di musim dingin, 'kalau saja aku hidup sampai musim panas, aku akan membangun rumah sendiri;' jadi aku juga agak ingin ikut denganmu dan membangun satu rumah, lagipula.'
"'Yes!' said the pig, 'if we ever get into a scrape, we might use you to scare away the dogs, for you don't fancy you could help us in house building.'
"'Ya!' kata babi itu, 'kalau kami pernah terjebak dalam masalah, kami mungkin bisa memakaimu untuk menakut-nakuti anjing-anjing yang mengejar, sebab kau tak menyangka kau bisa membantu kami membangun rumah.'
"'He who lives long enough always finds work enough to do,' said the hare. 'I have teeth to gnaw pegs, and paws to drive them into the wall, so I can very well set up to be a carpenter, for "good tools make good work," as the man said, when he flayed the mare with a gimlet.'
"'Siapa yang hidup cukup lama selalu menemukan cukup pekerjaan untuk dikerjakan,' kata kelinci itu. 'Aku punya gigi untuk menggerogoti pasak, dan cakar untuk memasukkannya ke dalam dinding, jadi aku bisa saja jadi tukang kayu, sebab "alat yang bagus menghasilkan pekerjaan yang bagus," seperti kata orang itu, ketika ia mengupas kuda betina dengan bor.'
"Yes! he too got leave to go with them and build their house, there was nothing more to be said about it.
"Ya! ia pun mendapat izin untuk ikut membangun rumah mereka, tak ada lagi yang perlu dikatakan soal itu.
"When they had gone a bit farther they met a cock.
"Setelah berjalan sedikit lebih jauh mereka bertemu seekor ayam jantan.
"'Good day, good sirs,' said the cock, 'and thanks for our last merry meeting; whither are ye going to-day, gentlemen?'
"'Selamat siang, tuan-tuan,' kata ayam jantan itu, 'dan terima kasih atas pertemuan menyenangkan kita yang terakhir; mau ke mana kalian hari ini, tuan-tuan?'
"'Good day, and the same to you,' said the sheep. 'At home we were too well off, and so we are going off to the wood to build us a house, and set up for ourselves; for he who out of doors shall bake, loses at last both coal and cake.'
"'Selamat siang, sama-sama,' kata domba itu. 'Di rumah kami terlalu enak hidup, jadi kami akan pergi ke hutan untuk membangun rumah, dan hidup mandiri; sebab siapa yang memanggang di luar rumah, akhirnya kehilangan baik arang maupun kuenya.'
"'Well!' said the cock, 'that's just my case; but it's better to sit on one's own perch, for then one can never be left in the lurch, and, besides, all cocks crow loudest at home. Now, if I might have leave to join such a gallant company, I also would like to go to the wood and build a house.'
"'Wah!' kata ayam jantan itu, 'itu persis keadaanku juga; tapi lebih baik bertengger di tenggeran sendiri, sebab dengan begitu tak pernah ditinggalkan sendirian, dan, lagipula, semua ayam jantan berkokok paling keras di rumah sendiri. Nah, kalau aku boleh bergabung dengan rombongan sehebat ini, aku juga ingin pergi ke hutan dan membangun rumah.'
"'Ay! ay!' said the pig, 'flapping and crowing sets tongues a-going; but a jaw on a stick never yet laid a brick. How can you ever help us to build a house?'
"'Ya! ya!' kata babi itu, 'mengepak-ngepak sayap dan berkokok membuat orang bicara; tapi mulut di atas tongkat tak pernah membangun satu bata pun. Bagaimana kau bisa membantu kami membangun rumah?'
"'Oh!' said the cock, 'that house will never have a clock, where there is neither dog nor cock. I am up early, and I wake every one.'
"'Oh!' kata ayam jantan itu, 'rumah itu takkan pernah punya jam, di mana tak ada anjing maupun ayam jantan. Aku bangun pagi-pagi, dan aku membangunkan semua orang.'
"'Very true,' said the pig, 'the morning hour has a golden dower; let him come with us;' for, you must know, piggy was always the soundest sleeper. 'Sleep is the biggest thief,' he said; 'he thinks nothing of stealing half one's life.'
"'Benar sekali,' kata babi itu, 'jam pagi punya berkah emas; biarkan ia ikut bersama kita;' sebab, kau harus tahu, si babi selalu tidur paling nyenyak. 'Tidur adalah pencuri terbesar,' katanya; 'ia tak segan-segan mencuri setengah dari hidup seseorang.'
"So they all set off to the wood, as a band and brotherhood, and built the house. The pig hewed the timber, and the sheep drew it home; the hare was carpenter, and gnawed pegs and bolts, and hammered them into the walls and roof; the goose plucked moss and stuffed it into the seams; the cock crew, and looked out that they did not oversleep themselves in the morning; and when the house was ready, and the roof lined with birch bark, and thatched with turf; there they lived by themselves, and were merry and well. ''Tis good to travel east and west,' said the sheep, 'but after all a home is best.'
"Maka mereka semua pun berangkat ke hutan, sebagai rombongan dan persaudaraan, dan membangun rumah itu. Babi menebang kayu, dan domba menyeretnya pulang; kelinci menjadi tukang kayu, dan menggerogoti pasak dan baut, lalu memakukannya ke dinding dan atap; angsa memetik lumut dan menyumpalnya ke celah-celah; ayam jantan berkokok, dan mengawasi agar mereka tidak kesiangan bangun di pagi hari; dan ketika rumah itu sudah siap, dan atapnya dilapisi kulit kayu birch, dan diberi atap rumput; di sana mereka hidup sendiri, dan bahagia serta sejahtera. 'Memang baik menjelajah ke timur dan barat,' kata domba itu, 'tapi bagaimanapun juga rumah sendiri tetap yang terbaik.'
"But you must know that a bit farther on in the wood was a wolf's den, and there lived two graylegs. So when they saw that a new house had risen up hard by, they wanted to know what sort of folk their neighbours were, for they thought to themselves that a good neighbour was better than a brother in a foreign land, and that it was better to live in a good neighbourhood than to know many people miles and miles off.
"Tetapi kau harus tahu bahwa agak lebih jauh di hutan itu ada sebuah sarang serigala, dan di sana tinggal dua ekor serigala berkaki abu-abu. Maka ketika mereka melihat rumah baru telah berdiri tak jauh dari sana, mereka ingin tahu jenis orang macam apa tetangga mereka itu, sebab mereka berpikir bahwa tetangga yang baik lebih berharga daripada saudara di negeri asing, dan bahwa lebih baik tinggal di lingkungan yang baik daripada mengenal banyak orang bermil-mil jauhnya.
"So one of them made up an errand, and went into the new house and asked for a light for his pipe. But as soon as ever he got inside the door, the sheep gave him such a butt that he fell head foremost into the stove. Then the pig began to gore and bite him, the goose to nip and peck him, the cock upon the roost to crow and chatter; and as for the hare he was so frightened out of his wits, that he ran about aloft and on the floor, and scratched and scrambled in every corner of the house.
"Maka salah satu dari mereka mengarang alasan, dan masuk ke rumah baru itu lalu meminta api untuk menyalakan pipanya. Tetapi begitu ia masuk lewat pintu, domba itu menyeruduknya begitu keras hingga ia jatuh terjerembab ke dalam kompor. Kemudian babi mulai menanduk dan menggigitnya, angsa mulai mencubit dan mematuknya, ayam jantan di tenggerannya berkokok dan berceloteh; dan soal kelinci, ia begitu ketakutan hingga tak sadarkan diri, sehingga ia berlari kesana kemari di atas dan di lantai, mencakar dan merangkak di setiap sudut rumah itu.
"So after a long time the wolf came out.
"Maka setelah waktu yang lama, serigala itu pun keluar.
"'Well!' said the one who waited for him outside, 'neighbourhood makes brotherhood. You must have come into a perfect paradise on bare earth, since you stayed so long. But what became of the light, for you have neither pipe nor smoke.'
"'Wah!' kata serigala yang menunggunya di luar, 'bertetangga membuat persaudaraan. Kau pasti masuk ke surga sejati di bumi ini, karena kau tinggal begitu lama. Tapi apa yang terjadi dengan apinya, sebab kau tak punya pipa maupun asap.'
"'Yes, yes!' said the other; 'it was just a nice light and a pleasant company. Such manners I never saw in all my life. But then you know we can't pick and choose in this wicked world, and an unbidden guest gets bad treatment. As soon as I got inside the door, the shoe-maker let fly at me with his last, so that I fell head foremost into the stithy fire; and there sat two smiths who blew the bellows and made the sparks fly, and beat and punched me with red hot tongs and pincers, so that they tore whole pieces out of my body.
"'Ya, ya!' kata yang satunya lagi; 'itu tadi api yang bagus dan pergaulan yang menyenangkan. Tata krama seperti itu belum pernah kulihat seumur hidupku. Tapi kau tahu kita tak bisa memilih-milih di dunia yang jahat ini, dan tamu tak diundang mendapat perlakuan buruk. Begitu aku masuk lewat pintu, tukang sepatu itu langsung menyerangku dengan alat pasaknya, hingga aku jatuh terjerembab ke dalam api perapian tempa; dan di sana duduk dua orang pandai besi yang mengipas bara dan membuat percikan api beterbangan, lalu memukul dan menusukku dengan tang dan penjepit membara, hingga mereka merobek potongan-potongan dari tubuhku.
"As for the hunter he went scrambling about looking for his gun, and it was good luck he did not find it. And all the while there was another who sat up under the roof, and slapped his arms and sang out,
"Soal si pemburu, ia berlari kesana kemari mencari senapannya, dan untunglah ia tak menemukannya. Dan sepanjang waktu ada satu lagi yang duduk di atas di bawah atap, sambil menepuk-nepuk lengannya dan berteriak,
"'Put a hook into him, and drag him hither, drag him hither.' That was what he screamed, and if he had only got hold of me, I should never have come out alive."
"'Pasang kaitnya padanya, dan seret dia kemari, seret dia kemari.' Itulah yang ia teriakkan, dan kalau saja ia berhasil menangkapku, aku pasti takkan pernah keluar hidup-hidup."